Pak Arief Adhika Widyatama merupakan alumni angkatan 2013 yang pernah menempuh jenjang pendidikan S1-nya di Universitas Diponegoro jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Beliau sekarang bekerja menjadi analis perencanaan bidang prasarana dan tata ruang di BP4D Kabupaten Subang. Dari beberapa pilihan Pak Arief memilih Subang karena lebih dekat pada domisili beliau yaitu Kota Tangerang. Selain itu Pak Arief juga mempertimbangkan akses terdekat dan potensi pembangunan daerah yang paling besar. Di Subang terdapat Proyek Strategis Nasional yaitu Pelabuhan Patimban yang akan dibangun untuk menjadi penyeimbang pelabuhan terbesar di Indonesia saat ini yaitu Pelabuhan Tanjung Priok. Pak Arief dilantik menjadi PNS pada 1 Maret 2019. Dua tahun setelah CPNS Pak Arief mengajukan Tugas Belajar untuk melanjutkan Studi S2 pada program studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota yang berkaitan dengan Perencanaan Infrastruktur dan Transportasi dengan Beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan.
Perjalanan Karier
Sejak tahun 2013 hingga tahun 2017 Pak Arief menjalani perkuliahan pada S1 Perencanaan Wilayah dan Kota Undip. Sebelum wisuda Pak Arief sudah bekerja sebagai konsultan individu berstastus honorer di Kementerian Bappenas, sampai akhir tahun 2017 yaitu desember. Pada bulan Januari 2018-Desember 2018 Pak Arief menjadi konsultan individu di Kementerian PUPR di Direktorat Perencanaan Penyediaan Perumahan, yang kaitannya dengan merencanakan lingkungan hunian secara besar untuk MBR (Masyakarat Berpenghasilan Rendah) maupun MBM (Masyarakat Berpenghasilan Menengah) di Indonesia, dan berkaitan dengan rumah umum, rumah susun, rumah swadaya, maupun rumah khusus di Indonesia.
Pak Arief mengikuti tes CPNS pada bulan Oktober 2018 saat masih berstatus Konsultan Individu. Dari beberapa pilihan Pak Arief memilih Subang karena lebih dekat pada domisili beliau yaitu Kota Tanggerang. Selain itu Pak Arief juga mempertimbangkan akses terdekat dan potensi pembangunan daerah yang paling besar. Di Subang ternyata terdapat Proyek Strategis Nasional yaitu Pelabuhan Patimban yang akan dibangun untuk menjadi penyeimbang pelabuhan terbesar di Indonesia saat ini yaitu Pelabuhan Tanjung Priok. Pak Arief dilantik menjadi PNS pada 1 Maret 2019. Dua tahun setelah CPNS Pak Arief mengajukan Tugas Belajar untuk melanjutkan Studi S2 pada program studi Magister Perencanaan Wilayah dan Kota yang berkaitan dengan Perencanaan Infrastruktur dan Transportasi dengan Beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan.
Fun Fact Pekerjaan
“Jadi kalo di Bappeda berbeda dari bidang teknis, lebih terlihat peran kita dalam sektor perencanaan, baik itu perencanaan pembangun maupun perencanaan pembangunan dan penganggaran. Saya sendiri lebih sering terlibat dalam penyusunan dokumen kebijakan seperti LPJMD, RPJPD, Renstra, RTRW, RDTR, RTBL, dan lainnya yang terkait dengan perencanaan pembangunan daerah khususnya bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah. Fokusnya di mengkoordinir kaitannya perencanaan dan pembangunan daerah lingkup dinas lingkungan hidup, perhubungan, PUPR, Perumahan dan Kawasan Permukiman. Rutinitasnya membuat dokumen kebijakan, rapat, kunjungan lapangan, dan juga intinya di Bappeda itu kita dapat kenal orang-orang penting karena kita terlibat langsung dengan pembuatan kebijakan.”
Mata Kuliah Favorit
Mata kuliah Studio merupakan mata kuliah yang paling banyak relevansinya pada pekerjaan Pak Arief saat ini.
“Di Studio banyak aspek yang langsung dipelajari sehingga dapat melatih kita untuk berpikir cepat dan cerdas, mengajarkan bagaimana cara bekerja sama dengan rekan kerja, dan manajemen waktu yang baik.”
Selain itu mata kuliah yang berkaitan dengan infrastruktur perencanaan wilayah dan kota juga sangat digunakan pada pekerjaan Pak Arief yang berkaitan dengan Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah. Mata kuliah KKL (Kuliah Kerja Lapangan) merupakan mata kuliah favorit Pak Arief karena dapat belajar dari tempat yang sudah lebih maju aspek-aspek perencanaannya dari Indonesia, tentu saja selain itu nilai plusnya dapat jalan-jalan.
Pengalaman Pak Arief
Pak Arief aktif berorganisasi sejak menjadi mahasiswa baru, mulai dari magang di BEMKM UNDIP di Kementerian Sosial dan Politik di divisi Kajian Strategis, hingga kemudian pada awal tahun 2014 beliau menjadi Eksekutif Muda di Kementerian Sosial dan Politik BEMKM UNDIP pada divisi Pengembangan Gerakan, lalu naik jabatan menjadi Kepala Divisi Pengembangan Gerakan BEMKM UNDIP tersebut. Pak Arief juga merupakan Ketua LT 2015.
Pada tahun ketiga kuliah Pak Arief magang di Kemeterian PUPR selama 3 bulan.
“Pengalaman magang itu yang membuat akhirnya saya diberi kesempatan oleh pimpinan kerja saya saat itu untuk gabung ke tempat mereka. Saat magang itu adalah bagaimana kita belajar banyak terkait dengan instansi, pekerjaan yang berkaitan dengan perencanaan wilayah dan kota, dan menjalin relasi dengan orang-orang yang ada di tempat tersebut.”
Tips and Trick Mencari Pekerjaan
“Pada seleksi wawancara pasti dilihat public speaking kita seperti apa, bagaimana cara kita menyampaikan dan menjelaskan, harus bisa menunjukkan leadership atau kepemimpinan kita, dan tentu saja CV yang bagus. Nah cara CV yang bagus itu tentunya didalamnya ada pengalmaan organisasi, pengalaman pendidikan, baik itu IPK maupun skill software atau bahasa. Utamanya di jaman sekarang itu Bahasa Inggris, karena setau saya mayoritas melamar kerja itu utamanya yang swasta atau non-pns banyak yang melakukan wawancara pekerjaan menggunakan Bahasa Inggris.”
“Tapi lulusan PWK ga melulu harus jadi PNS atau konsultan, sebenarnya bisa di bidang apa saja selama kita bisa mengimplementasikan bidang keilmuan kita. Mungkin bisa di BUMN, BUMD, properti, dan bidang-bidang lain, yang paling penting adalah sejauh mana kita dapat berdampak pada tempat kerja dan lingkungan kita khususnya masyarakat luas dan negara.”