Dony Wardono, S.T., MBA

Kak Dony merupakan alumni Program Studi S1 Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Diponegoro Angkatan 1998. Beliau diterima menjadi mahasiswa S1 PWK Undip pada tahun 1998 dan lulus pada tahun 2003. Kemudian, pada tahun 2019 Kak Dony mendapat gelar masternya di Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB Jurusan Magister Business Administration. Saat ini, beliau bekerja di PT Angkasa Pura II (Persero) sebagai Assistant Vice President of Airport Masterplan.

Perjalanan Karir

Setelah lulus S1 Perencanaan Wilayah dan Kota Undip, Kak Dony langsung bekerja sebagai konsultan di salah satu konsultan perencanaan di Kota, Semarang. Kemudian, pada akhir tahun 2003 Kak Dony mencoba mendaftarkan diri di PT Angkasa Pura II. Setelah melewati berbagai tahapan seleksi penerimaan, Kak Dony diterima di PT Angkasa Pura II pada bulan Juli tahun 2004. Ketika 3 bulan awal setelah diterima, Kak Dony masih berstatus calon pegawai.

Setelah ditetapkan sebagai pegawai, di awal karir Kak Dony ditempatkan sebagai staff pada Unit Planning and IT yakni unit yang mengurus perencanaan termasuk airport master plan dan IT. Unit yang saat itu ditempati oleh Kak Dony sempat mengalami restrukturisasi dan berganti nama menjadi Unit Research Development, Planning, and IT. Kemudian, berganti nama Kembali menjadi Unit Strategic Planning and Development. Airport Master Plan memiliki tupoksi yakni menyusun Rencana Induk Bandar Udara beserta turunannya yakni Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan, Batas-Batas Kawasan Kebisingan, Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara, dan Daerah Lingkungan Kepentingan Bandar Udara, termasuk penyusunan perijinan lingkungan (Amdal, RKL/RPL) pengembangan bandara.

Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan adalah panduan untuk mengatur ketinggian bangunan yang ada di sekitar bandar udara. Kawasan ini memiliki radius 15 km dari landasan pacu. Batas-Batas Kawasan Kebisingan merupakan himbauan atau pertimbangan bagi peruntukkan lahan di sekitarnya. Daerah Lingkungan Kerja Bandar Udara merupakan batas eksisting yang digunakan untuk operasional bandar udara. Daerah Lingkungan Kepentingan Bandar Udara adalah daerah yang digunakan pada saat emergency, seperti letak rumah sakit terdekat, Polsek terdekat, dan fasilitas militer terdekat. Sehingga, ketika terjadi keadaan darurat sudah diketahui jalur koordinasinya kemana dan lokasinya dimana.

Pada tahun 2011 Kak Dony menjadi Asisstant Manager of Master Plan & Corporate Plan pada unit yang sama. Selanjutnya, di tahun 2012 Kak Dony berpindah ke Unit Tata Lingkungan Bandara menjadi Supervisor Tata Lingkungan & Kawasan Bandara. Dua tahun kemudian yakni di tahun 2014, Kak Dony berpindah ke Satuan Pengawas Internal atau Internal Auditor menjadi Senior Auditor di bidang Proyek Pengembangan Bandara. Pada tahun 2017 Kak Dony mendapat beasiswa dari PT Angkasa Pura II untuk melanjutkan kuliah Master di Sekolah Bisnis Manajemen (SBM) ITB Jurusan Magister Business Administration. Kak Dony mengambil kelas Executive MBA sehingga perkuliahan dilakukan bersamaan dengan bekerja dan lulus pada tahun 2019.

Ditengah perjalanan dalam memperoleh gelar master, Di PT Angkasa Pura II, Kak Dony berpindah ke Unit Airport Construction Division. Pada Unit ini Kak Dony menjabat sebagai Senior Manager of Quality Control yang bertanggung jawab untuk memastikan kualitas pekerjaan pengembangan bandara di PT Angkasa Pura II sesuai dengan kontrak.

Tak lama kemudian, di tahun 2019 Kak Dony berpindah ke Unit Corporate Planning Group. Pada unit tersebut beliau menjadi Assistant Vice President of Airport Masterplan hingga saat ini. Pada Unit ini Kak Dony menangani Airport Masterplan, AMDAL, serta menyusun Masterplan Eco Airport. Masterplan Eco Airport ini berisi semacam roadmap bagaimana mewujudkan bandar udara yang ada di PT Angkasa Pura II ini menjadi bandara yang ramah lingkungan. Masterplan Eco Airport juga berkaitan dengan AMDAL sehingga penyusunan Masterplan Eco Airport ini menjadi tanggung jawab Kak Dony.

Fokus Bidang

Saat ini Kak Dony menjabat sebagai Asisstant Vice President of Airport Masterplan pada Unit Corporate Planning Group di Kantor Pusat PT Angkasa Pura II. Pada Unit ini Kak Dony menangani Airport Masterplan, AMDAL, serta menyusun Masterplan Eco Airport. 

 Masterplan Eco Airport ini berisi semacam roadmap bagaimana mewujudkan bandar udara yang ada di PT Angkasa Pura II ini menjadi bandara yang ramah lingkungan. Masterplan Eco Airport juga berkaitan dengan AMDAL sehingga penyusunan Masterplan Eco Airport ini menjadi tanggung jawab Kak Dony.

Penerapaan Ilmu Perkuliahan di Dunia Kerja

Pada pekerjaan Kak Dony saat ini semua ilmu dari perkuliahan Perencanaan Wilayah dan Kota. Meskipun dalam perencanaan bandar udara ruang lingkupnya tidak sebesar ketika membuat perencanaan wilayah atau kota, tetapi analisis, kajian, dan perhitungan yang dipakai tidak jauh berbeda. Namun, terdapat Ilmu-ilmu yang sering dipakai yakni statistika, Ekonomi, GIS, Design, dan Seputar lingkungan. Ilmu Statistika penting digunakan karena ramalan atau forecast dari penumpang akan dijadikan basis dalam perencanaan. Kemudian, untuk ilmu ekonomi yang digunakan yakni terkait analisis kelayakan perencanaan dan perhitungan rasio-rasio keuangan seperti perhitungan IRR atau Internal Rate of Return, ROI, ROA, dll. Selain itu, ilmu-ilmu tersebut dilengkapi juga dengan kompetensi menggambar menggunakan AutoCAD serta kemampuan GIS untuk menghitung koordinat dan lain sebagainya.

Peluang Kerja PT Angkasa Pura II (Persero)

Di PT Angkasa Pura II (Persero) terdapat beberapa tempat yang dapat diisi oleh lulusan Perencanaan Wilayah dan Kota baik di Kantor Pusat, Kantor Divisi, maupun Kantor Cabang. Kebanyakan posisi tersebut terdapat pada bagian teknik, diantaranya Planning Airport Masterplan seperti tempat Kak Dony saat ini, Civil Engineering, dan bagian teknik lainnya. Secara umum, di PT Angkasa Pura II memang ada beberapa posisi-posisi yang dapat ditempati oleh lulusan Perencanaan Wilayah dan Kota.

Tips & Trick dalam Mencari Pekerjaan

Jika ingin mencari pekerjaan yang linier di bidang planologi, carilah lowongan yang sesuai seperti di Bappeda, Kementerian PU, atau perusahaan BUMN. Mahasiswa PWK harus memiliki nilai tambah atau keahlian lain supaya dapat bersaing dengan kompetitor-kompetitor lain dalam melamar pekerjaan. Selain memiliki kompetensi di bidang planologi, keahlian lain yang dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan Planologi adalah memperdalam program-program yang relevan seperti AutoCAD dan GIS.

Kemudian, Mahasiwa perlu menambah wawasan mengenai pengelolaan lingkungan karena perencanaan bermuara pada pembangunan dan pembangunan tidak terlepas dari lingkungan. Jika seorang lulusan Planologi memiliki keahlian lain dapat ditempatkan pada bidang perencanaan maupun di lapangan. Selain itu, kemampuan dalam bekerja sama tim yang baik dan integritas diri sangat diperlukan untuk ada di dalam masing-masing individu lulusan Planologi.

“Jangan mudah menyerah, selalu lakukan yang terbaik dimanapun kita berada dan apapun proses yang kita jalani”
Dony Wardono, S.T., MBA